The Bride Dept: Pernikahan Adat Betawi & Jawa

Disadur dari tulisan asli milik The Bride Dept pada link berikut, yang diunggah pada 18 Februari 2016.

tbd

“I gave him a lot of hard time, but thank God, he did not stop to try and impress me. Hingga akhirnya, ketika saya sudah kehabisan alasan untuk membuatnya menjauh, saya justru mulai merasa nyaman dengannya,” cerita Rani tentang kisahnya dengan Kautsar.

Rani dan Kautsar bertemu pertama kali karena memenuhi permintaan teman mereka yang berniat menjodohkan mereka berdua. Awalnya Rani memang tidak langsung menerima Kautsar yang mencoba mendekatinya. Namun karena kegigihan Kautsar, Rani pun akhirnya membalas perasaan Kautsar.

Ternyata ujian bagi Kautsar tidak berhenti sampai disitu saja, ia juga sempat tidak diterima dengan terbuka dengan keluarga Rani. “Entah apa yang telah dilakukan, namun Kautsar akhirnya berhasil mencuri perhatian. Ia diundang ke rumah untuk diwawancara selama beberapa jam, hingga akhirnya dia nekat meminta izin untuk menikahi saya. Hasilnya? Tak sia-sia. Lamarannya mendapat sambutan hangat dari mereka. Proposal, approved!,” lanjut Rani.

Perencanaan untuk ketahap selanjutnya pun dipersiapkan dengan konsep pernikahan adat Betawi dan Jawa. Yuk, baca kisah selengkapnya!

Kautsar dan Rani yang sama-sama bekerja di bidang marketing sudah terbiasa mengurus event-event di kantor sehingga pada saat persiapan tidak mengalami kendala yang berarti. Selain itu mereka cukup beruntung karena vendor-vendor yang terlibat dalam pernikahan mereka merupakan teman-teman mereka sendiri. 90% persiapan diatur oleh mereka berdua. Akad nikah Kautsar dan Rani menggunakan adat Betawi sesuai dengan asal Rani dilanjutkan dengan resepsi dengan adat Jawa yang sesuai dengan asal Kautsar.

Rani tampil cantik mengenakan busana adat Betawi yang menurut Rani telah dimodifikasi agar terlihat lebih modern. Rani memilih kebaya putih dan mengurangi pernak-pernik yang biasanya dipakai pengantin Betawi. “Prinsip kami, less is more!” kata Rani.

Acara dilanjutkan dengan resepsi yang mereka buat intimate di Soehanna Hall. “Lokasinya tepat di jantung kota Jakarta (SCBD), design gedung modern dengan plafon tinggi, akustik gedungnya bagus, parkir banyak, kondisi gedung sangat terawat, dan kita bisa menggunakan listrik dan perlengkapan LCD screen secara leluasa. Karena ini adalah gedung musik, maka kualitas sound system sangat baik, lengkap dengan grand piano premium yang bisa kita gunakan secara free. Tim Soehanna Hall juga amat sangat membantu. Bisa mengakomodir semua keinginan kita, mulai penambahan area VIP, ruang ganti, ruang make-up dan lainnya,” review Rani tentang venue pilihannya.

Kautsar dan Rani tampil dengan busana adat Jawa berwarna hitam yang dibuat kontras dengan dekorasi mereka yang serba putih dan dipercantik dengan bunga-bunga mawar berwarna merah. Mereka memilih lighting berwarna kuning yang membuat suasana terasa hangat. Selain dekorasi yang hangat, suasana intimate juga didukung oleh wedding entertainment pilihan mereka. “Kami menghindari full-band, agar tidak terlalu berisik. Abenk Alter menghibur dengan konsep acoustic, menggunakan grand piano, gitar dan bass saja. Sepanjang malam, Abenk Alter hanya membawakan lagu-lagu dari Michael Jackson dan The Beatles,” jelas Rani.

Tidak ada yang lebih menyenangkan bagi para pengantin selain dari kehadiran para undangan. Sama seperti yang dirasakan Rani dan Kautsar. Mereka merasa sangat bahagia ketika menyadari hampir 100% undangan hadir pada malam itu. Walaupun sempat timbul kekhawatiran ketika semua tamu stay sampai acara berakhir. “Kami sempat deg-degan takut suasana menjadi sesak atau makanan habis. Ternyata, makanan masih berlimpah dan Soehanna Hall masih terasa leluasa,” cerita Rani.

Rani dan Kautsar yang sudah berpengalaman di bidang marketing dan mempersiapkan segala macam event memiliki tips untuk para brides to be dalam mempersiapkan pernikahan, disimak ya brides!

  • Pastikan kamu dan pasangan memiliki visi dan misi sejalan sehingga mengurangi konflik di tengah jalan.
  • Hanya percayakan pada vendor-vendor yang memiliki reputasi baik, jangan gambling. Salah pilih vendor berakibat kekecewaan setelah acara. Remember, we can’t rewind or undo!
  • Jika menggunakan vendor teman, pastikan tidak ada “asas pertemanan” dalam pekerjaan. Semua pihak harus profesional, sehingga tak ada yang menyepelekan pekerjaan atau menggampangkan.
  • Istirahat cukup dan konsumsi food suplement agar tampil fit dan maksimal di hari H.

Top 3 vendor pilihan Kautsar dan Rani:

  1. APREZ by Amuz Catering: Pilihan makanan sangat beragam baik lokal dan internasional. Rasanya luar biasa dan tamu-tamupun berpendapat demikian. Presentasi makanan sangat baik, dengan set up yang minimalis.
  2. Owlsome Project: We love the edgy-ness that they bring! Tone warnanya, sudut pengambilan gambarnya, konsistensinya di setiap foto dan energi timnya yang luar biasa. Kami sangat puas dengan hasil foto kami sebelumnya yaitu pada saat pre-wedding, lamaran, akad nikah dan resepsi. Hasil print fisiknya juga bagus sehingga bisa menjadi memorabilia yang baik untuk kami.
  3. Sanggar Liza: Kami tidak mencari vendor terpisah-pisah untuk gaun Rani dan baju saya, kami menyerahkan seluruhnya ke Sanggar Liza. Waktu yang sempit membuat kita tak cukup waktu untuk arrange terlalu banyak vendor. Sebisa mungkin satu vendor bisa melayani banyak kebutuhan. Untuk memaksimalkan kualitas, kami upgrade ke paket eksklusif, karena kami melakukan banyak revisi dan modifikasi di pakaian dan aksesoris kami.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s