Review: Beaba Babycook Solo

Disclaimer: This is not an endorsed review about Beaba Babycook.

babycook-cloud (3)

Sophia akhirnya masuk ke momen dimana setiap Ibu harus bisa masak (no excuses), karena semua Ibu pasti ingin menjaga nutrisi makanan anaknya. I finally am a masterchef for Sophia! 🙂

Jelang MP-ASI, aku cari-cari info tentang apa aja yang dibutuhkan saat anak memulai makanan pertamanya — mulai dari peralatan makan, hingga peralatan masaknya. Pada review kali ini, aku nggak membahas peralatan makan karena jenis & fungsinya yang cukup generic dan standar. Instead, aku fokus membahas peralatan masaknya. Ada 2 tipe peralatan masak untuk bayi 6+ bulan: slow-cooker dan quick-cooker.

Apa beda Slow-Cooker dan Quick-Cooker?

Dari sebutannya, kita bisa membedakannya. Pada slow-cooker, proses pengolahan makanan membutuhkan waktu yang lebih lama — begitu pula sebaliknya. Slow-cooker umumnya digunakan oleh para Ibu ketika malam hari, menjelang tidur. Semua bahan-bahan dimasukkan ke dalam alat, diproses semalaman, dan siap disantap bayi pada keesokan harinya. Mengingat begitu lama prosesnya, harga slow-cooker cenderung lebih murah dibandingkan quick-cooker.

Setelah resign dari pekerjaanku (demi menjadi full-time mommy), serta kuliahku yang tinggal menyisakan thesis, sebenarnya aku memiliki waktu luang yang cukup di rumah. Tapi sepertinya aku nggak sanggup deh untuk menunggu masakanku berjam-jam sebelumnya. Aku nggak sabar mencoba makanan yang akan aku berikan kepada anakku, dan yang pasti aku bisa panik kalo Sophia kelaparan dan cranky karena harus menunggu berjam-jam untuk makan. Jadi, meskipun bisa berhemat, aku mengurungkan niatku untuk membeli slow-cooker.

Mengapa Akhirnya Memilih Beaba Babycook?

Banyaknya merek quick-cooker membuatku makin pusing. Akhirnya aku mulai riset kecil-kecilan tentang merek-merek populer seperti Beaba, Babymoov, dan Avent. Meskipun pada dasarnya semua quick-cooker berfungsi sama, Beaba Babycook sedikit lebih mahal diantara merek lain (market price Beaba Babyocook Solo adalah Rp 2.500.000 – Rp 3.000.000, per Februari 2017).

Dari segi model, Beaba sangat stylish dan handy, sedangkan produk lain memiliki ukuran yang besar, bulky, dan lebih berat. Nggak heran jika Beaba secara konsisten memenangkan berbagai Design Awards. Mengingat aku dan suami menyukai traveling, Beaba lebih memudahkan kami dalam bepergian. Beaba juga dilengkapi dengan travelling bag yang bisa mudah dibawa kemanapun kami pergi.

babycook-cloud-1.jpg

Beberapa Hal Yang Perlu Diketahui Tentang Beaba Babycook

  • Untuk memasak bubur, nasi atau pasta, kita harus memiliki aksesoris tambahan yang bernama Beaba Pasta Rice. Barang ini menurutku wajib dimiliki karena cepat atau lambat, anak harus diperkenalkan dengan nasi atau bubur (makanan primer orang Indonesia).
  • Membuat bubur atau nasi menggunakan Beaba juga ternyata ada beberapa trik yang perlu diketahui: 1) Untuk memasak nasi, steam beras sebanyak 2x dengan tingkat air Level 3. Apabila kita hanya melakukan 1x steam, nasi tak akan matang sempurna. 2) Untuk membuat bubur, serving size ideal adalah 2 sdm beras organik, ditambah dengan 80ml air.
  • Jangan lupa membeli cairan Beaba Babycook Cleaning. Ini adalah cairan yang akan membantu proses self-cleaning mesin Beaba, dimana proses self-cleaning ini akan memakan waktu selama 24 jam. Mengapa harus self-cleaning? Produk Beaba ini nggak bisa dibongkar pasang dan harus di-handle dengan hati-hati. Self-cleaning adalah satu-satunya cara untuk mencuci tangki air yang susah dijangkau tangan, tanpa harus membongkar body mesinnya. Idealnya, setiap seminggu sekali kamu wajib membersihkan alat ini dan me-reset ulang.

babycook-cloud-4-e1489387090997.jpg

babycook-cloud-21-e1489387134327.jpg

Meskipun singkat, semoga review produk kali ini bermanfaat bagi calon Ibu yang sedang mempersiapkan MP-ASI bagi anaknya.

Bottomline, buat aku dan Suami, alat ini tergolong mahal. Namun karena fungsi dan frekuensi penggunaannya cukup tinggi, Beaba Babycook sangat berguna bagi aku yang mengurus anakku tanpa bantuan nanny atau ART. Selamat memilih alat yang tepat ya!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s