Mengajarkan Anak untuk Bersabar Sejak Dini

Processed with VSCO with a5 preset

Suara tangisan Sophia memekakkan telingaku sepanjang perjalanan. Sudah hampir 15 menit ia menangis karena tak betah duduk sendiri di car-seat-nya ketika aku sedang menyetir. Nggak cuma itu, Sophia juga menangis ketika ia diletakkan di crib-nya saat aku sedang ke kamar mandi.

Dua hal ini adalah beberapa hal tersulit yang harus aku lakukan ketika sedang berdua dengan anakku. Aku nggak memiliki bantuan sama sekali untuk menjaganya ketika aku harus melakukan hal-hal penting lain seperti menyetir mobil, mandi, cuci piring dan membersihkan rumah. Karena tak mau mengambil resiko saat aku harus fokus ke pekerjaan lainnya, aku nggak punya pilihan lagi selain meletakkannya di car-seat, high-chair atu crib-nya.

Processed with VSCO with a5 preset
Sambil cuci piring, aku letakkan Sophia di sampingku (duduk di high-chair-nya). Agar nggak bosan, aku mengajaknya bermain dan ngobrol.

Meskipun awalnya Sophia menolak dan selalu menangis, aku berusaha memberikan pengertian kepadanya bahwa Ibunya harus melakukan semuanya sendiri. Untuk itu, aku selalu meminta kerjasamanya dengan bersabar. Agar Sophia mulai membiasakan diri dengan rutinitasku, aku mengajaknya untuk turut serta melakukan beberapa hal, misalnya:

  • Meletakkannya di high-chair ketika aku sedang mencuci piring. Kubiarkan Sophia di sampingku sehingga ia bisa melihat apa yang sedang kukerjakan.
Processed with VSCO with a5 preset
“Sophia nanti kalo sudah besar, bantuin Ibu cuci piring ya!”
  • Mengajaknya ikut masuk ke kamar mandi ketika aku sedang mandi, sehingga ia dapat melihat seluruh kegiatanku (dan begitupun sebaliknya).
  • Selalu menggunakan car-seat setiap berkendara. Jika suami menyetir, aku duduk di kursi belakang bersama Sophia. Jika aku menyetir sendiri, Sophia duduk di car-seat yang diletakkan di kursi depan agar ia tetap bisa melihatku sepanjang perjalanan. Sebagai catatan tambahan – sesuai panduan keamanan, meletakkan car-seat di kursi depan nggak dianjurkan ya. Aku terpaksa melakukannya karena Sophia merasa lebih nyaman dan tenang jika ia bisa melihat Ibunya di sampingnya.

Sebelum melakukan hal-hal diatas, biasanya aku menceritakan dulu kepada Sophia tentang apa yang akan aku kerjakan. Mungkin sebenarnya ia nggak akan mengerti sih, tapi aku selalu yakin, perlahan ia akan belajar untuk memahami setiap ucapanku, misalnya: “Sophia.. kita mau ke rumah Oma ya. Karena Bapak masih di kantor, Ibu harus nyetir mobil dulu. Nggak lama ko, cuma 30 menit. Sophia sabar ya!”

Aku selalu menekankan kata “sabar” setiap meminta kerja-samanya, agar ia belajar memahami bahwa ia harus menunggu dan bersabar setiap diminta.

Meskipun Sophia masih sering menangis tiap kali aku memintanya untuk bersabar, namun perlahan ia mulai mau untuk menunggu dan lebih sering bermain dengan dirinya sendiri ketika aku sedang mengerjakan sesuatu. Aku selalu yakin bahwa setiap bayi itu pintar, dan kita dapat melatihnya sedari dini untuk mengasah empatinya terhadap lingkungan sekitarnya. Untuk yang sedang mencoba, good luck ya, Ibu-Ibu!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s