Cara Mudah Mengurus Sendiri Paspor untuk Infant/Bayi dan Visa Turis Australia

Processed with VSCO with g3 preset

Aku, suami dan Sophia baru saja menyelesaikan liburan ke Australia beberapa hari lalu. Perjalanan ini adalah liburan perdana Sophia ke luar negeri. Artinya, kami harus mempersiapkan paspor bagi Sophia. We’re so excited! Nggak kebayang, ada wajah mungil Sophia di lembaran buku paspor.

Pada tulisan kali ini, aku akan berbagi informasi mengenai gimana caranya mengurus sendiri paspor untuk infant/bayi dan visa turis Australia.

Cara Membuat Sendiri Paspor untuk Infant/Bayi

  • Siapkan dokumen-dokumen asli dan fotokopi yang wajib dibawa saat datang ke kantor Imigrasi, di bawah ini:
    1. KTP orang tua, dijadikan dalam 1 lembar.
    2. Surat/buku nikah orang tua.
    3. Akta kelahiran orang tua.
    4. Akta kelahiran anak.
    5. Kartu Keluarga.
    6. Paspor orang tua yang masih berlaku. Cukup halaman depan dan halaman belakang saja, tanpa halaman visa dan cap negara di dalamnya.
    7. Form pengajuan paspor. Bisa diperoleh di kantor Imigrasi dan diisi di sana.
    8. Surat pernyataan orang tua. Nggak perlu bikin dari rumah, karena udah disiapkan di kantor Imigrasi. Just in case nggak ada yang jual, lebih baik bawa sendiri materai 6.000, karena akan dibutuhkan demi sahnya surat ini.
  • Datang ke kantor Imigrasi dan bawa semua dokumen di atas. Ketika tiba, jangan lupa untuk mengatakan kepada petugas, “Saya ingin mengurus paspor untuk bayi.” Bayi dan lansia punya antrian priotitas. Dijamin cepet, nggak antri, nggak repot. Kalaupun antri, nggak akan sepanjang antrian umum ko.
  • Petugas akan memastikan kelengkapan seluruh dokumen. Kalau udah lengkap dan sesuai, dokumen akan diambil, kemudian orang tua dan bayi akan diajak masuk untuk proses foto dan wawancara.
  • Seperti layaknya orang dewasa, foto harus dilakukan dengan posisi tegak sempurna menghadap ke depan. Kemungkinan besar, anak kita bakalan rewel berat. Saranku sebelum foto, pastikan anak tidur dan makan/minum susu yang cukup. Pas Sophia foto, butuh beberapa kali jepret hingga akhirnya petugas Imigrasi puas dengan hasil fotonya. Oh iya, bawa aja mainannya jika perlu.
  • Wawancara dilakukan antara petugas dan orang tua. Singkat, padat, jelas, sekedar formalitas.
  • Setelah semua proses beres, kita diminta untuk melakukan pembayaran. Bisa transfer ke BNI atau bayar tunai sebesar Rp. 355,000. Simpan bukti pembayarannya ya!
  • Pengambilan paspor dilakukan beberapa hari kemudian. Nggak lama ko. Saat kami membuat paspor, hanya 3 hari udah selesai. Ketika mengambil, jangan lupa bawa bukti pembayarannya juga.

By the way, beberapa kantor Imigrasi udah menyediakan nursery room, jadi teman-teman bisa nyaman menyusui dan ganti pampers. Kalau males datang ke sana, katanya sih mendaftar online juga bisa, tapi aku juga kurang tau caranya.

Tips: Untuk yang males ribet dengan birokrasi, bisa juga menggunakan jasa pembuatan Paspor. Aku punya rekomendasi jasa yang udah terbiasa membantu klien infant/bayi. Kalau butuh detailnya, bisa hubungi aku di 08111-085-341.

Cara Mengurus Sendiri Visa Turis Australia

Mengurus visa Australia sebenernya mudah, tapi perlu persiapan cukup. Bikinnya nggak di kantor Kedutaan Australia, tapi melalui agensi yang ditunjuk, yaitu VFS Global di Kuningan City, Jakarta. Kebetulan aku mengurus visa tepat 1,5 bulan sebelum keberangkatan, jadi punya cukup waktu untuk menyiapkannya.

  • Siapkan dokumen-dokumen asli dan fotokopi yang wajib dibawa, di bawah ini:
    1. Formulir visa turis (subclass 600) atau Form 1419 yang udah diisi. Boleh diketik atau tulisan tangan. Download di sini.
    2. 1 lembar pas foto ukuran 4×6 cm dengan background putih. Buat yang malas foto, tersedia foto box di kantor VFS Global. Harganya Rp. 50.000 untuk beberapa lembar, tanpa mendapatkan file aslinya. Agak mahal sih.
    3. Paspor baru yang masih berlaku dan paspor lama, lengkap mulai dari halaman depan, halaman belakang, dan halaman visa dan cap negara-negara lain di dalamnya.
    4. KTP. Untuk infant/bayi nggak perlu.
    5. Kartu Keluarga.
    6. Akta kelahiran.
    7. Surat/buku nikah.
    8. NPWP. Untuk infant/bayi nggak perlu.
    9. Surat sponsor asli perusahaan. Karena aku nggak bekerja, surat sponsorku nebeng dari surat sponsor milik suami. Formatnya bisa mengikuti format surat suamiku di sini, silakan dicetak di atas kop surat kantor suami.
    10. Rekening koran 3 bulan terakhir. Untuk nasabah BCA, bisa masuk ke KlikBCA.com > e-Statement > Tabungan dan Giro > Pilih 3 bulan terakhir yang diperlukan > Download > Print. Bawa hasil cetaknya ke kantor cabang BCA manapun untuk diminta stempel legalisirnya. Untuk infant/bayi nggak perlu.
    11. Tiket pesawat, jika udah ada.
    12. Tiket hotel, jika udah ada.
    13. Itinerary selama berada di Australia. Download milik kami di sini.
  • Datang ke VFS Global dan bawa semua dokumen di atas. Nggak perlu semua ikut berangkat, cukup perwakilannya aja. Kebetulan aku dan Sophia ikut nemenin suami, karena kami harus foto dulu anyway.
  • Ketika datang, kami langsung diberi nomor antrian. Waktu tunggu sekitar 2 jam. Kami salah strategi karena walk-in di jam sibuk (12 siang).
  • Setelah dipanggil, petugas akan memastikan kelengkapan seluruh dokumen. Jika udah lengkap dan sesuai, dokumen akan diambil, lalu kita diminta untuk membayar. Kalau membayar menggunakan debit Mandiri/credit card, maka nggak perlu antri lagi. Tapi kalau membayar melalui tunai, harus menunggu antrian kasir yang lumayan panjang (lagi).
  • Jika disetujui, visa akan dikirim melalui email dalam bentuk RTF document. Ketika kami membuat, visa selesai dalam 5 hari kerja (lebih cepat dari yang dijanjikan yaitu minimal 7 hari kerja dan maksimal 14 hari kerja). Kita nggak perlu lagi mencetak apapun, karena udah terintegrasi langsung dengan sistem Imigrasi Australia.

Total rincian biaya pembuatan visa turis Australia, adalah sebagai berikut:
– Visa Fee: Rp. 1.470.000
– Logistic Fee: Rp. 158.000
– SMS Notification: Rp. 25.000
Sehingga total adalah sekitar: Rp. 1.653.000/orang. Infant/bayi juga membayar harga penuh dan biaya ini akan hangus seluruhnya jika pengajuan visa ditolak.

Frequently Asked Questions:

Q: Ribet ngga sih mengajukan visa Australia?
A: Nggak sama sekali. Bagian paling susahnya hanya pada saat proses melengkapi dokumen.

Q: Ada interview nggak?
A: Pada pengalaman kami sih nggak ada.

Q: Berapa minimum saldo rekening agar pengajuan visa disetujui?
A: Nggak ada syarat tertulis/resmi yang dirilis oleh kedutaan Australia. Idealnya, menghitung minimal saldo per orang adalah sebagai berikut: Jumlah hari di Australia x AU$ 100. Misalnya, jika liburan 10 hari, maka minimal saldo di rekening adalah setara dengan: 10 hari x AU$ 100 = AU$ 1.000. Jika liburan bertiga, maka minimal saldo sponsor utama adalah AU$ 3.000.

Q: Kalau paspor lama hilang, apakah bisa mengajukan visa?
A: Tentu saja, karena paspor lama hanya bersifat “supporting document.”

Q: Apa yang sebaiknya diisi pada pertanyaan No. 29, “Why do you want to visit Australia?”
A: Ini adalah jawabanku: “I am planning to visit Australia for holiday purposes with my husband & daughter. I will be leaving Jakarta on 8 November 2017 and returning home on 19 November 2017. During my Australia trip, I will be visiting 2 cities: Melbourne & Gold Coast. I have all the reservation booked, including for my round-trip flight tickets and accommodations.”

Q: Apa yang sebaiknya diisi pada pertanyaan No. 40 untuk bayi/infants “Funding for Stay.”
A: Ini adalah jawaban yang aku tulis pada form milik anakku: “My father will be my sponsor to fund our holiday to Australia. Some of our family savings goes into my mother’s Bank Account.”

***

Jika ada pertanyaan lain-lain yang belum tercantum pada bagian F.A.Q di atas, mohon jangan ragu-ragu untuk menanyakan pada comment box di bawah ini ya. Semoga bermanfaat dan selamat berlibur ke Australia ya! PS. Semoga visa-nya disetujui. 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s