Itinerary 6D/5N di Melbourne (Part 2) & Phillip Island Tour

Tulisan ini adalah bagian dari blog post series edisi Australia. Ini adalah tulisan ke-2. My best advise, baca juga tulisan lainnya di sini ya:

Bersama Suami & Sophia di depan skyline indah Melbourne
Bersama Suami & Sophia di depan skyline indah Melbourne

Hari Ke-3, Sabtu 11 November 2017

Hari yang panjang dan padat bagi kami. Aku, suami dan Sophia menghabiskan sepanjang hari (literally) mengikuti Phillip Island Tour. Reservasi tur ini bisa dilakukan secara online atau offline di lobi Tullamarine Airport. Ada banyak agen travel yang menawarkan tur ini, tapi aku memilih Gray Line karena merupakan salah satu agen travel terbesar dan terbaik di Australia. Harga one-day-tour mulai dari AUD 140/orang dan gratis untuk infant. Informasi lebih lanjut dan pilihan tur lainnya, bisa klik di sini.

Tur dimulai dari jam 9 pagi. Kami dijemput oleh bus di meeting point terdekat dari apartemen kami. Tepat jam 10 pagi, kami meninggalkan Melbourne menuju pemberhentian pertama yaitu Moonlit Sanctuary untuk melihat koala dan wallaby (spesies kecil kanguru). Yeay, akhirnya melihat kanguru untuk pertama kalinya sambil memberi makan mereka secara langsung.

Sedekat ini dengan wallaby di Moonlit Sanctuary
Sedekat ini dengan wallaby di Moonlit Sanctuary

Next stop adalah Churchill Island Heritage Farm. I personally loved the place – melihat hamparan rumput, peternakan, serta kebun yang luas, sambil menikmati sejuknya angin di pesisir pantai di kejauhan.

Family selfie di Churchill Island, Australia
Family selfie di Churchill Island, Australia
Bersantai bersama Sophia di Churchill Island, Australia
Bersantai bersama Sophia di Churchill Island, Australia

Sorenya, kami berhenti di The Nobbies untuk menikmati kecanggihan Augmented Reality di Antartic Journey Experience. Di The Nobbies, kita juga bisa membeli makan siang di restorannya yang luas, berlatar belakang pemandangan laut dari atas tebing. Jelang sunset, kami diantar menuju Cowes Beach untuk makan malam dan duduk santai di pinggir pantai.

Foto di depan gravity Cowes Beach, Australia
Foto di depan gravity Cowes Beach, Australia

Last but definitely not the least, kami tiba di Phillip Island untuk menyaksikan Penguin Parade. Cuaca di sini sangat dingin dan berangin! Pastikan Teman-Teman memakai baju hangat yang proper dan bawa jas hujan ya. Btw, apa itu Penguin Parade? Di Penguin Parade, kita diajak melihat spesies pinguin terkecil di dunia. Believe me, they’re so close to us and they’re extremely cute. Rasanya pengen bawa pulang satu. Hehehe. Mau foto sama pinguin? That’s not gonna happen! Kamera nggak diizinkan di seluruh viewing area untuk melindungi mereka dari flash dan trauma. Please make sure you’re following this policy ya!

Family selfie di viewing area Phillip Island Penguin Parade
Family selfie di viewing area Phillip Island Penguin Parade

Hari Ke-4, Minggu 12 November 2017

Gara-gara balik dari Phillip Island jam 1 pagi, kami kesiangan bangun. Untungnya memang nggak punya banyak rencana hari ini. Setelah sarapan, aku lanjut berbelanja di downtown Melbourne. Belanja lagi, belanja lagi. Hehehe.

Sambil belanja, coffee break kami selanjutnya adalah di Brother Baba Budan. Meskipun sudah banyak direkomendasikan oleh Teman-Teman kami, to be honest, it’s not that special for us. Tempatnya sempit dan rame banget oleh turis Indonesia. Kopi dan browniesnya memang enak, but I still believe that Melbourne has a lot more to offer. Untuk pilihan lainnya, jangan lupa mampir ke Market Lane Coffee ya. It’s a lot nicer place dengan ambience putih yang sleek dan Instagram worthy.

The famous Brother Baba Budan, Melbourne, Australia
The famous Brother Baba Budan, Melbourne, Australia

Kami berhenti makan malam di Menya Ramen. I’m sure you’ve heard this. Menya Ramen terkenal dengan gyu tan don dan tempuranya. Porsinya (amat sangat) besar, rasanya enak, dan harganya relatif terjangkau untuk porsi yang begitu besar (AUD 20/orang).

The legendary Menya Ramen's gyu tan don
The legendary Menya Ramen’s gyu tan don

Hari Ke-5, Senin 13 November 2017

Satu hal yang belum kita lakukan selama di Melbourne adalah ke pantai. Ada 2 pantai populer di Melbourne, yaitu St. Kilda Beach dan Brighton Beach. Karena waktu yang terbatas, kita akhirnya memilih St. Kilda Beach. Itu artinya, nggak ada foto di belakang bathing box warna-warni Brighton yang iconic itu. Sesuai dugaan kami, pantainya biasa aja – not exotic beach seperti pantainya Indonesia (of course lah).

Di tengah sejuknya angin dan teriknya matahari di St. Kilda Beach, Melbourne, Australia
Di tengah sejuknya angin dan teriknya matahari di St. Kilda Beach, Melbourne, Australia
The St. Kilda Beach is ours!
The St. Kilda Beach is ours!

Cukup bermain-main di pantai, kami lanjut ke Fitzroy, area suburb hipster Melbourne yang artistik dan tenang, tapi dikelilingi oleh bar, restoran dan coffee shop yang eclectic. Jalanan gang kecil dipenuhi oleh street art dan gravity, menjadikan Fitzroy area wajibnya muda-mudi. Kami makan siang di Lune CroissanterieMelbourne’s one of the best. Semua pilihan croissant sangat lembut dan surprisingly affordable (AUD 13/orang). Malamnya, kami berjalan kaki di sepanjang Chapel Street, South Yarra dan makan malam di Kanpai (AUD 15/orang).

The colorful and artistic Fitzroy, Melbourne, Australia
The colorful and artistic Fitzroy, Melbourne, Australia

Hari Ke-6, Selasa 14 November 2017

Hari terakhir di Melbourne! Sedih karena ternyata masih ada banyak tempat yang belum dikunjungi. Bahkan 5 malampun masih kurang. Tapi beginilah kalo travelling with infant – we’re becoming less and less flexible. Apalagi, cuaca di Melbourne sangat nggak bisa diprediksi. Pas malam hanya 15 derajat celcius, tapi pas siang berubah jadi 32 derajat celcius.

Setelah selesai packing dan sarapan, kami kembali ke Tullamarine Airport dengan SkyBus (AUD 19/orang) dan terbang ke Gold Coast dengan TigerAir Australia (Tiket PP Melbourne-Gold Coast dan Bagasi, IDR 2,750,000/orang). Adios, Melbourne. Hope to see you again soon!

St. Kilda Beach, November 2017 with my family
St. Kilda Beach, November 2017 with my family!

***

Ini adalah akhir dari trip Melbourne & Phillip Island kami. Pada tulisan selanjutnya, aku akan berbagi cerita tentang liburan kami di Gold Coast, Australia – termasuk, kisah tragedi hilangnya 1 koper berharga kami bersama TigerAir. Untuk yang belum membaca itinerary dan budgeting kami di Melbourne Part 1, bisa klik di sini ya.

“I just love the culture of Melbourne.” – Yvonne Strahovski

Advertisements

2 thoughts on “Itinerary 6D/5N di Melbourne (Part 2) & Phillip Island Tour

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s