Itinerary 6D/5N di Gold Coast

Tulisan ini adalah bagian dari blog post series edisi Australia. Ini adalah tulisan ke-3. My best advise, baca juga 2 tulisan sebelumnya di sini ya:

Menanti sunset di Surfers Paradise, Gold Coast, bersama suami & Sophia
Menanti sunset di Surfers Paradise, Gold Coast, bersama suami & Sophia

Hari ke-6, Selasa 14 November 2017

Terbang dari Melbourne – aku, suami dan Sophia tiba di Gold Coast jam 2 siang. Sempat deg-degan karena kami kelebihan bagasi 7 kg, sementara excess fee bagasi adalah AUD 25/kg. Maklum, naik budget airlines dan beli extra bagasinya pas-pasan, sedangkan barang belanjaan melonjak banyak. Beberapa saat sebelum check-in di Melbourne, kita terpaksa mengatur ulang isi koper, mengeluarkan jaket-jaket tebal dan memakainya, serta membuang barang-barang nggak terpakai di Melbourne. Problem solved!

Setibanya di Gold Coast Airport, 1 buah koper kami yang berisi SEMUA barang belanjaan kita nggak terlihat di conveyer belt. Setelah lapor ke petugas airport, mereka berjanji akan memberi kabar kami dalam 1×24 jam – dengan asumsi, koper tertinggal di Melbourne. I am so worried, I cried. Bukan hanya khawatir kopernya hilang, tapi semua belanjaan dan oleh-oleh kami ada di koper itu. Cerita lengkap tentang hilangnya koper kami ini bisa dibaca di sini ya.

Berusaha tenang dan fokus pada liburan kami yang masih panjang di Gold Coast, kami yang sudah dijemput oleh sahabatku mampir membeli makan malam dan berkeliling kota. Kami belanja di K-Mart, menyusuri Surfers Paradise Beach, dan cuci mata di mall terbesar di Queensland, Pacific Fair.

surfers-paradise-cavill-avenue-sunrise-over-beach
Surfers Paradise ketika Sunrise. Foto diambil dari sini

Hari ke-7, Rabu 15 November 2017

Sebagai sebuah kota, Gold Coast diberkahi dengan keindahan alam yang luar biasa, memadukan gunung dan pantai berpasir putih yang indah. Hari ini, kami menghabiskan pagi hingga sore di Mt. Tamborine. Ada banyak aktivitas yang bisa dilakukan di Mt. Tamborine – mulai dari winery tour, glow-worm tour di National Park, atau jalan-jalan di rainforest dan melihat air terjun. Sayangnya, travelling dengan infant nggak memungkinkan semua itu terjadi, apalagi mengingat cuaca di Gold Coast yang masih bercurah hujan tinggi. Kami akhirnya memutuskan untuk berkeliling di sepanjang Gallery Walk dan makan siang di sana.

Mount Tamborine
Mount Tamborine. Foto diambil dari sini.

Saat waktu sunset tiba, kami bersantai di Burleigh Head Beach, pantai bintang 5 versi Tripadvisor, yang memang kami rasakan keindahannya. Karena tak sepopuler Surfers Paradise area, Burleigh cukup sepi – dengan area parkir yang banyak dan gratis. Meskipun nggak banyak, ada beberapa cafe disekitaran Burleigh – area yang sangat direkomendasikan bagi travellers karena ada banyak apartemen terjangkau di sekitarnya.

Menanti malam di Burleigh Head Beach, Gold Coast
Menanti malam di Burleigh Head Beach, Gold Coast

Santap malam kami juga cukup spesial. Atas rekomendasi sahabatku, kami mencoba Kiwi Fish & Chips (AUD 10/orang). Rasanya, jangan ditanya! Fries-nya crunchy dibalut mayonnaise, calamarinya besar bertekstur lembut, dan ikannya segar dan well-seasoned. We definitely want another Kiwi Fish & Chips dinner while we’re at Gold Coast!

Kiwi Fish and Chips Gold Coast
Kiwi Fish & Chips. Foto diambil dari sini.

Hari ke-8, Kamis 16 November 2017

Karena mendung, aku akhirnya nggak membuat banyak rencana hari ini – selain karena memang aku dan suami masih sibuk berjuang mencari koper kami yang hilang. Sambil terus telpon maskapai dan berkirim email, kami menghabiskan siang di rumah dengan berenang. We do whatever to make things happier though we knew that we just lost our bag!

Processed with VSCO with q8 preset

Processed with VSCO with q8 preset

Sore harinya, kami ke Harbour Town. Sama seperti D.F.O di Melbourne, Harbour Town adalah outlet dari brand-brand ternama yang menjual produk seri lama. Harbour Town, Gold Coast adalah outlet belanja terbesar dengan lebih dari 240 toko yang semuanya memberikan diskon minimal 30%. Sadar bahwa koper berisi oleh-oleh yang sudah kami beli di Melbourne hilang tanpa kabar baik dari maskapai, akupun mulai kembali membeli ulang oleh-oleh untuk keluarga dan sahabat dengan uang terbatas dan space di koper nggak banyak lagi.

Malamnya, kami takeaway Double Marinated Whole Chicken di Nando’s (AUD 20/porsi). Kangen kan makan Nando’s? Mumpung di Australia, kami makan Nando’s terus deh!

Nando's Australia
Nando’s food. Foto diambil dari sini.

Hari ke-9, Jumat 17 November 2017

What else should we expect from Gold Coast? Setelah Pacific Fair dan Australia Fair, kami akhirnya mencoba mall lainnnya, Robina Town Centre. Nggak kreatif ya itinerary-nya – ke mall terus. Hehehe. Di Robina, kami makan siang di Betty’s Burgers (AUD 15/orang). Believe me, they are damn good! Make sure you drop by to this place when you’re around. Aku dan suami sudah banyak makan burger baik di Indonesia maupun di Australia, but Betty’s definitely wins hands down as the best burgers!

Betty's Burger Australia
Betty’s Burger Austalia. Foto diambil dari sini.

Kembalinya kami dari Robina, kami bersantai menanti sunset di Surfers Paradise. Karena cuaca yang makin dingin, kamipun menghangatkan diri di Sandbar, memesan kopi dan cake (AUD 10/orang) untuk aku dan Sophia. Sandbar terkenal dengan pilihan cocktail dan ale terlengkap dari craft brews di Gold Coast. If you’re at around Surfers Paradise, make sure to stop at this place to taste a bit of Gold Coast’s nightlife (though we are not, karena Sophia udah cranky minta nenen dan tidur). Hehehe.

Processed with VSCO with q8 preset

Processed with VSCO with q8 preset

Processed with VSCO with q8 preset

Hari ke-10, Sabtu 18 November 2017

Practically, ini adalah hari terakhir kami di Gold Coast (karena besok Subuh kami sudah harus ke Brisbane Airport untuk kembali ke Melbourne). Di hari terakhir ini, kami fokus pada 2 hal: belanja dan makan. Pengen sih bermain-main di gunung atau pantai lagi, apalagi ada banyak National Park di Gold Coast, tapi cuaca yang terus mendung membatasi pilihan aktivitas kami.

First stop: Harbour Town (lagi), and the next stop: K-Mart (lagi). Untuk mengkompensasi pengeluaran, kami membeli makan siang nasi goreng dan roasted chicken with stuffing di Woolsworth (AUD 10/orang). Malamnya, kami menghangatkan diri dengan segelas hot chocolate di Max Brenner (AUD 15/orang). Dari beberapa menu yang kita coba, Italian Thick (Milk/Dark/White) adalah yang terbaik. Silakan dicoba jika ke sana ya!

Max Brenner Australia
Max Brenner Australia. Foto diambil dari sini.

Hari ke-11, Minggu 19 November 2017

The holiday is literally almost over. Kami bangun jam 3 pagi untuk siap-siap menuju Brisbane Airport demi mengejar pesawat paling pagi menuju ke Melbourne. Gara-gara penerbangan Garuda Indonesia kami yang dibatalkan, kami akhirnya terpaksa layover 1 malam di Melbourne.

Bingung tinggal dimana karena hotel di sekitaran Tullamarine Airport cukup mahal, kamipun memesan Airbnb di daerah Greenvale (hanya 20 menit dengan taxi/Uber dari airport). Meskipun cukup terjangkau, Airbnb kami ternyata cukup bagus dan sangat layak direkomendasikan. Lengkap dengan kamar yang luas, walking closet, kamar mandi yang super lega, wifi, Netflix, dan host yang ramah dan helpful. Bisa intip Airbnb kami di sini ya (AUD 75/malam).

Btw, karena membawa infant, kami tidak bisa pesan dan naik Uber selama di Australia (karena kami tidak memiliki car-seat). Mau nggak mau, perjalanan kami dari airport ke Airbnb kami harus ditempuh dengan taxi (AUD 35/trip). Nggak semua taxi recommended di Australia. Sama seperti halnya kita hanya percaya pada Blue Bird di negeri sendiri, 13CABS adalah perusahaan taxi yang direkomendasikan oleh host Airbnb kami.

***

Akhirnya, selesai juga tiga blog post series edisi Australia. Semoga blog post ini bermanfaat untuk Teman-Teman yang berencana berlibur ke Australia. Please note bahwa berlibur bersama infant nggak semudah yang dibayangkan. Cuaca, mood, dan kondisi-kondisi tertentu bisa membuat itinerary kita berubah dengan mudah.

At the end, jangan pernah memaksa bayi kita berada pada situasi yang nggak nyaman. Kalo kita aja udah ngerasa capek, itu artinya anak kita juga lebih capek dari yang terlihat. Aku dan suami justru sebenarnya bersyukur, ternyata Sophia lebih kuat dari kami berdua. Aku dan suami sudah flu dan bengek kecapekan, tapi Sophia justru lebih fresh dan penuh energi. So lucky to have a travelling partner like her! Lain kali, kita jalan-jalan lebih jauh lagi ya, Nak!

A special shout out untuk sahabatku, Savira Qarima, yang sudah mengizinkan kami sekeluarga tinggal di rumahnya selama berada di Gold Coast dan ikut menemani dan mengantar kami disaat pikiran sedang kalut gara-gara koper yang hilang. We owe you big time, Vir!

Processed with VSCO with q8 preset

Advertisements

4 thoughts on “Itinerary 6D/5N di Gold Coast

  1. Travel blog yang super useful dan lengkap info nya! Bahkan aku sempet nanya di instagram salsabila and then di bales ternyata! Malah dijawabnya super detail :))

    Thank you sudah ngebantu jawab pertanyaan2 ku ttg gold coast ya! 😀

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s