Merencanakan Liburan Nyaman tapi Hemat Bersama Bayi

Processed with VSCO with g1 preset

Musim hujan hampir selesai. Itu artinya, waktunya liburan! Yeay! 🙂

Liburan adalah hal penting bagi aku – karena hanya ketika liburanlah, aku dan Sophia dapat memiliki Suami/Bapak seutuhnya selama 24 jam tanpa gangguan laptop dan telepon (well, kalo gangguan telepon biasanya masih terjadi sih, hehehe). Tapi namanya juga liburan, persiapan budget selalu jadi PR tiap kali kita merencanakannya. Apalagi kalau berlibur keluar negeri – kami harus menabung ekstra setahun penuh demi bisa punya uang yang cukup agar liburan nyaman.

Sejak memiliki anak, aku dan suami sempat melakukan beberapa liburan, baik di dalam maupun di luar negeri. Belajar dari liburan-liburan kami sebelumnya, aku mulai menemukan pattern gimana caranya mengatur liburan yang nyaman tapi irit. Please allow me to share ya..

Akomodasi dan Transportasi

Lokasi hotel/penginapan menentukan segalanya. Pilih akomodasi yang dekat dengan pusat kota atau tempat yang jadi wishlist kita. Jika lokasi strategis, maka biaya transport dapat ditekan, plus memudahkan akses kita kemana-mana juga. Kita cukup berjalan kaki atau menggunakan public transport yang tersedia (apalagi kalau liburan ke luar negeri ya). Ingat loh, tarif taksi di luar negeri berkali-kali lipat mahalnya dibandingkan di Indonesia. Meskipun udah ada Uber atau Grab, jika kita nggak bawa car-seat sendiri, layanan ride-hailing ini nggak selalu mengizinkan kita untuk membawa penumpang bayi/todler.

Untuk tipe kamar, aku sarankan memilih villa atau semi-apartement. Selain lebih luas dan lega, kamar tipe ini memiliki dapur untuk kita menyiapkan makanan bagi si kecil. Meskipun (umumnya) lebih mahal, hal ini selalu jadi prioritas kami. Biasanya saat tiba, aku menyempatkan diri berbelanja di supermarket untuk membeli bahan makanan dan memasak untuk si kecil.

Makan, Jajan dan Belanja

Cooking is a must. Agar nggak jajan terus, kita bisa membawa kudapan yang dimasak sendiri, seperti toast atau sandwich. Pas sore-sore laper, kita bisa makan bekal yang kita bawa sendiri. Jajan street food tanpa terasa sering nguras kantong kita.

Hapus lunch, ganti dengan brunch. Agar brunch-nya berkualitas (dan kenyang), manfaatkan buffet breakfast di hotel. Dulu aku dan suami sering memilih hotel tanpa sarapan, demi berhemat. Nyatanya, biaya yang kita habiskan untuk sarapan di restoran justru lebih mahal. Kalau mau lebih berhemat lagi, kita bisa hapus makan siang, tapi memundurkan waktu sarapan jadi lebih siang (alias brunch).

Pintar Memilih Aktivitas/Hiburan

Lakukan aktivitas seperlunya, sesuai dengan yang benar-benar diperlukan. Kalau membawa bayi, jangan memaksakan diri untuk pergi ke theme-park (yang mahal) atau kebun binatang.

Menurutku, anak dibawah 2 tahun masih belum bisa menikmati tempat-tempat tadi. Justru tempat outdoor malah rentan cuaca dan bikin bayi nggak nyaman. Percayalah, mereka hanya perlu ekplorasi dengan area terbuka ko. Selain bisa berhemat, kita juga bisa memaksimalkan waktu bermainnya. Kalau anak kita lelah, kita tinggal pulang untuk beristirahat. Coba bayangkan, jika kita ke theme-park atau kebun binatang, nggak hanya uang yang terkuras, tapi energi dan waktu seharian kitapun juga.

Above all, jangan sampai semua aktivitas tadi justru harus menggangu dan mengorbankan waktu istirahat bayi kita ya.

Meskipun singkat, semoga tips dan trik liburan bersama bayi ini bermanfaat. Selamat liburan untuk para Ibu, Bapak dan Bayi ya!

Bersama Suami & Sophia di depan skyline indah Melbourne

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s