Berhenti Meng(ASI)hi Tak Berarti Berhenti Menyayangi

Menyusui Anak

Mei 2018 lalu, anakku Sophia genap berusia 20 bulan. Bulan ini juga, akupun diberi amanah untuk hamil lagi. Banyak yang bilang, hormon saat hamil dan hormon saat menyusui sifatnya bertolak belakang — sehingga hamil dan menyusui idealnya nggak terjadi secara bersamaan. Galau memang. Jujur aja, aku masih ingin terus menyusui anakku karena belum siap untuk menghadapi “drama” menyapih.

Setelah berkonsultasi dengan Dokter kandunganku, ia mengizinkanku untuk tetap memberikan ASI asalkan kandunganku dalam keadaan normal. Namun ternyata, menyusui disaat sedang hamil berasa susahnya: muncul rasa sakit dan nyeri yang luar biasa di area putingku saat sedang menyusui langsung. Akhirnya, setelah beberapa minggu tersiksa, pada tanggal 31 Mei 2018 aku memutuskan untuk menyapih. This is it!

Persiapan Awal Menyapih: Niat & Komunikasi

Langkah pertama adalah menyiapkan hati dan mental: “Aku siap menyapih!” Pada proses ini, aku menghabiskan banyak waktu untuk mengobrol dengan Sophia. Aku jelaskan apa adanya, mengapa Ibunya ingin sekali menyapih.

Aku berkata jujur kepada Sophia, “Nak, Ibu nen-nya sakit karena sekarang sedang hamil. Sophia berhenti dulu ya nenennya, nen Ibu harus diberi obat.” Tentu ia menangis dan marah, tapi karena ia selalu melihat wajahku yang kesakitan, akhirnya ia justru berempati dan perlahan nggak ingin “nenen” lagi.

Menyusui Anak Secara Langsung

Hari-Hari Menyapih Dimulai. Finger crossed!

Malam pertama menyapih tiba. Aku dan suami menghabiskan lebih banyak waktu untuk bermain dengannya. Biasanya, Sophia tidur sekitar jam 8 malam, tapi kali ini kita sengaja untuk ajak ia tidur lebih malam. Kami melakukan berbagai aktivitas (menggambar, baca buku, main boneka) untuk menghabiskan energi dan mengalihkan fokusnya. Kamipun masuk kamar jam 9.30 malam, lanjut berbaring di kasur sambil nonton YouTube di laptop. Saat nonton, aku minta ia minum air putih yang banyak agar nggak kehausan. Hasilnya? Sukses! Sophia perlahan ngantuk dan tertidur pulas tanpa drama. Sepanjang malampun ia nggak terbangun hingga Subuh. Well done!

Hari kedua cukup berbeda. Aku dan suami pergi jalan-jalan naik mobil. Sepanjang perjalanan kami sengaja mengalihkan pikirannya ke hal-hal lain agar Sophia nggak minta “nenen”. Tapi karena macet dan mulai bosan, akhirnya adegan minta nen-pun datang. Akhirnya, aku pura-pura kesakitan lagi. Sophia menangis, ia memaksa minta “nenen”. Aku ajak dia ngobrol — aku meminta maaf kepadanya karena nenenku masih sakit. Setelah bernegosiasi panjang lebar, sambil masih terisak tangis, iapun menjawab, “Iya, gapapa, Buk. Sophia boleh pegang?” Akupun izinkan dia. Surprised, ia kembali tertidur lelap. Berhasil!

Hari ketiga, ternyata Sophia belum minta nenen sama sekali di sepanjang hari. Aku rasa ia masih ingat jika nenen Ibu sedang sakit. Beberapa kali ia mungkin ingin nenen, sehingga ia minta izin untuk pegang nenen sebelum tidur.

Berkomunikasi dengan Anak saat Menyapih

Merasakan Indahnya Menyapih

Akhirnya, proses menyusuiku selama 20 bulan terakhir sudah selesai. Aku sadar, menyapih ternyata memberi banyak keutamaan dalam hidupku. Satu yang paling berasa, I finally have my quality sleep! Dan nggak cuma aku, Sophia juga tidur lebih nyenyak tanpa sering terbangun di malam hari. Dan yang aku juga syukuri, Sophia jadi doyan makan. Tuh, banyak kan hal-hal baik dari menyapih.

Satu catatan yang harus diambil dalam case ini — Sophia juga akhirnya memahami, bahwa meskipun ia sudah nggak lagi “nempel” bersamaku, tapi ia nggak pernah kehilangan kasih sayang dari Ibunya sedikitpun.

Izinkan Ibu mempersiapkan ASI untuk Dedek ya, Nak! Terima kasih atas kerjasamanya yang indah selama proses menyapih kemarin. Sophia hebat!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s