Semua Berawal dari Mimpi

2018-10-16 09.27.04 1.jpg

Hari ini, Jumat, 12 Oktober 2018 — kami memulai hari dengan untaian rasa syukur. Akhirnya, mimpi kami untuk hidup menapaki tanah telah terwujud. Tak perlu waktu lama, hanya setahun saja. Baru kemarin rasanya aku dan suami berencana untuk meninggalkan apartemen kami demi mencari tempat yang cukup luas untuk membesarkan Sophia. Bukan untuk membeli rumah, tapi untuk mencari kontrakan sederhana dan nyaman.

Suamiku bertanya, “Kamu mau tinggal di mana?” Dan jawabanku selalu sama, “Di manapun yang bisa cepet ketemu Bapak setiap pulang kantor.” Di mana saja aku rela. Meskipun jika diingat-ingat lagi: Apa mungkin? Suamiku bekerja di Sudirman, sedangkan mencari kontrakan di Jakarta Selatan harganya sangat tinggi menjulang.

Meski berat, kami nggak pernah berhenti bermimpi (dan berusaha). Setiap hari kami berkeliling daerah Tebet (tempat tinggal orang tuaku) untuk mencari kontrakan yang sesuai dengan budget kami. Hingga akhirnya, pencarian kami berhenti. Kami berjodoh dengan sebuah rumah. Rumah tua yang tampak kecil dari depan. Sepi, karena sudah 8 tahun tak dihuni. Rumah ini dimiliki oleh seorang nenek yang kini sudah berdomisili di New York. Siapa yang menyangka beliau ternyata sedang menjual cepat rumahnya. Yang lebih menarik: jauh di bawah harga pasaran rumah di Jakarta Selatan.

Entah bagaimana skenario Allah membawa kita. Sejak hari itu, Ia membukakan jalan perlahan-lahan serta mengizinkan kami memilikinya. Meski harus melalui proses yang panjang dan melelahkan, tapi semua itu sepadan. Selama kurang lebih 11 bulan, akhirnya tepat di hari Jumat di bulan Syafar yang barokah ini, Allah mengizinkan kami untuk resmi pindah rumah. Al-hamdu lillahi rabbil ‘alamin.

Hingga saat ini, aku selalu ingat dengan pesan Ibu Mertua, yang selalu meminta kita untuk terus bermimpi dan berdoa — karena sesungguhnya, Allah maha mendengar doa-doa baik hamba-Nya. Dan hari ini, kami membuktikan bahwa janji Allah itu nyata.

Bismillahirrahmanirrahim, izinkan kami membuka lembaran baru yang indah di sini.

“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu. Dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” (QS. Ibrahim: 7)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s