Bayiku Jarang BAB. Normalkah?

Menjadi Ibu selalu mengantar kita pada berbagai pengalaman baru. Kali ini, anak keduaku Saladin (bontot) jarang sekali BAB (alias poop). Dulu ketika Sophia (sulung) masih bayi, ia hampir nggak pernah mengalami kesulitan BAB. BAB-nya selalu lancar, teratur setiap hari, mulai sejak ASI eksklusif hingga MPASI. Meskipun Sophia agak picky-eater tapi ia nggak pernah konstipasi.

Beda Sophia, beda juga dengan Saladin

Sejak berusia 1 bulan, frekuensi BAB Saladin semakin lama semakin sedikit. Awalnya, 2 hari sekali — hingga akhirnya, jadi 1 minggu sekali. Aku jadi khawatir karena aku merasa nggak memberikan treatment yang salah, terlebih lagi, saat ini Saladin masih mengkonsumsi ASI eksklusif. Yang juga membuatku nggak nyaman — maaf ya — kentutnya agak berbau! Sadar bahwa sepertinya hal ini kurang wajar, aku menduga adanya gangguan pada pencernaannya.

Aku coba berkonsultasi pada Dokter Spesialis Anak kami di Rumah Sakit MMC, yaitu Dr. Molly Dumakuri Oktarina, SpA, yang juga seorang spesialis alergi anak. Beliau mengatakan bahwa bayi ASI yang jarang BAB adalah hal yang sangat lazim, mengingat mudahnya ASI diserap oleh tubuh bayi menyebabkan hampir nggak ada lagi sisa asupan untuk dikeluarkan melalui BAB. Tapi ingat ya, hal ini jadi nggak lazim jika terjadi pada bayi yang meminum susu formula (sufor). Bayi sufor hukumnya wajib BAB minimal 1x sehari atau maksimal 2 hari sekali. Kandungan serat yang terdapat pada sufor sangat berbeda dengan ASI, sehingga banyak sekali ampas yang perlu dikeluarkan melalui BAB.

Mengutip Dokter Molly, perlu diingat bahwa selama BAB masih berwarna kuning keemasan, bayi terlihat tidak menderita atau tersiksa saat mengenjan, dan kenaikan berat badan bayi tetap baik — maka dokter mengaggap hal itu adalah hal yang lumrah terjadi pada bayi ASI. Penting juga untuk selalu memantau bayi pada tinjanya, karena dari sanalah kita dapat memantau fungsi pencernaannya.

Dr. Molly Dumakuri Oktarina, SpA

What We Should Expect Later?

Siap-siap! Jarangnya BAB ini akan terus terjadi hingga bayi memasuki masa MPASI, karena ketika MPASI dimulai, maka akan ada lebih banyak serat yang dimasukkan ke dalam tubuh. Artinya, tentu akan lebih banyak pula asupan makanan yang dikeluarkan.

Penting juga bagi Ibu (dan sudah aku terapkan setiap hari) untuk selalu melakukan pemijatan I Love U (ILU) untuk anak-anak. Aku selalu mendapatkan saran-saran ini dari beberapa Dokter Spesialis Anak anak-anakku. Pijatan ini dapat membantu melancarkan pencernaan pada bayi. Tekniknya sederhana, yaitu pemijatan dilakukan secara memutar mengikuti arah jarum jam. Ibu-ibu bisa mencari informasi cara pijit ILU melalui YouTube, agar lebih gampang dipraktekan ya.

Semoga tulisan ini membantu menenangkan kegelisahan para Ibu yang anak ASInya jarang BAB ya. Jika ragu, jangan terlambat juga untuk berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Anak Ibu-Ibu sekalian.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.