Berkenalan dengan Kolik, yang Bikin Anakku Menangis Histeris Setiap Malam

Aku udah dengar istilah kolik sejak anak pertamaku (Sophia) baru lahir — tapi nggak pernah mendalami tentang kolik karena Sophia nggak pernah mengalaminya selama proses mengASIhi.

Tanpa tau apa-apa, aku sukses dibikin panik dengan tingkah pola aneh anak keduaku (Saladin). Tiba-tiba aja ia menolak keras penggunaan botol susu. Lebih buruknya lagi, ia menolak direct breastfeeding juga di malam hari. Penolakan direct breastfeeding ini selalu terjadi setiap jam 7-10 malam, setiap harinya. Bahkan pernah, ia menolak ASI satu hari penuh sambil terus menangis dan hanya mau tidur jika ditimang. Pft, lelahnya.

Akupun nggak menunggu berlama-lama lagi. Aku segera konsultasikan kepada Dokter Anakku, Dr. Molly Dumakuri Oktarina, SpA. Beliau memberikan beberapa pertanyaan kepadaku, mulai dari:

  1. Apakah ada riwayat alergi?
  2. Bagaimana bentuk, warna dan bau feses bayiku?
  3. Pengecekan ruam di beberapa titik.

Setelah dijelaskan, akhirnya didiga Saladin mengalami kolik, dan kemungkinan besar kolik ini ditimbulkan karena bayiku mengalami intoleran laktosa. Meski dugaannya kuat, untuk memastikan, aku diminta untuk melakukan diet semua produk diary selama 2 minggu. Wah, sungguh diet yang nggak mudah loh ternyata!

Mengenal juga Intoleran Laktosa (Lactose Intolerance)

Aku tau tentang hal ini karena Dokter Molly melihat feses anakku yang berbau asam (seperti bau yoghurt), cenderung encer dan mengeluarkan gas. Dugaan ini dikuatkan juga dengan munculnya bintik di pipi yang umumnya terjadi karena adanya alergi terhadap sesuatu.

Untuk mengurangi terjadinya kolik, memberhentikan konsumsi semua produk diary (susu sapi, yoghurt, keju, dan mayonaise) hukumnya wajib! Terapi bagi anaknya, adalah rutin memberi pijat “ILU” saat tiap mengganti diapers dengan menggunakan Buds Calming Rub Cream. Percaya atau nggak, cream ini cukup berhasil membantu Saladin tidur lebih nyenyak. Tapi jangan lupa beri jeda pijit 20 menit setelah minum susu agar bayi nggak muntah.

Beberapa kali teknik-teknik diatas belum cukup ampuh untuk menenangkan tangisannya. Jika ini terjadi, aku langsung memandikan Saladin dengan air hangat. It works loh! Tiap dimandikan, anakku jadi lebih tenang dan berkurang tangisnya.

Kakak Sophia berusaha menghibur Adek Saladin tiap ia menangis atau rewel

Banyak yang bilang bahwa kolik nggak akan berlangsung lama — hanya hingga bayi berumur 4 bulan. Kini Saladin telah memasuki umur 4 bulan dan aku melihat cukup banyak perubahan meski sesekali masih menangis histeris juga. Aku akan update lagi jika Saladin telah melewati fase koliknya ya!

~ Salsabila Maharani

Advertisements

2 thoughts on “Berkenalan dengan Kolik, yang Bikin Anakku Menangis Histeris Setiap Malam

    1. Hi Mbak, thanks feedbacknya ya. Sebenarnya sudah lama juga aku menggunakan minyak kutus2 untuk anak2 dan terkadang suami. So far belum ada perubahan signifikan sih. Sepertinya ada hubungannya dengan Lactose Intolerance anakku.

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.