Sering Cukur Rambut Anak, Bikin Jadi Lebat?

Rambut memang urusan pelik. Hehehe. Dulu saat hamil anak pertama (Sophia), aku dan suami sudah berkomitmen untuk nggak mencukur rambutnya saat lahir. Kami berpikir, anak perempuan tuh pasti lebih lucu saat rambutnya terurai panjang. Nggak sedikit komentar negatif yang aku dengar: “Nanti lama tumbuhnya loh!” atau “Nanti rambutnya nggak lebat”. Bahkan Ibuku mengatakan bahwa rambut bayi yang baru lahir adalah rambut kotor dan harus segera dibuang. Should we believe?

Terlalu sering mendengar komentar yang sama, maka akupun mencoba berkonsultasi dengan DSA Sophia, Prof. dr. Rulina Suradi, Sp.A(K). Beliau mengatakan bahwa kesuburan rambut nggak berkorelasi sedikitpun dengan cukur-mencukur rambut. Rambut bayi saat baru lahir akan rontok dengan sendirinya secara alamiah. Benar saja, saat Sophia menginjak usia 3 bulan, rambutnya mulai rontok secara perlahan.

Kesuburan rambut nggak berkorelasi sedikitpun dengan cukur-mencukur rambut. Sayapun sudah mengobservasi pada semua anak-anak saya. Jangan kuatir!

Prof. dr. Rulina Suradi, Sp.A(K) of ASIH Women & Children’s Hospital

Pertumbuhan rambut Sophia memang tergolong lama. Saat sudah memasuki 1 tahunpun rambutnya masih agak botak. Lagi-lagi baby shamming dari beberapa orang nggak terelekkan, “Ini pasti karena dulu rambut Sophia nggak dicukur deh!” Pfft, aku memilih no comment deh.

Singkat cerita, anak keduaku (Saladin) lahir pada akhir tahun 2018. Saat mengetahui bahwa jenis kelamin anakku laki-laki, aku dan suami sepakat untuk mencukur habis rambutnya. Aku ingin membuktikan ucapan orang-orang apakah dengan mencukur rambutnya akan berdampak signifikan pada kesuburan rambut anak? We’ll see..

Lewat 40 hari, sehari setelah aqiqah, aku dan suamiku langsung mencukur habis rambut Saladin. Akupun melakukan treatment yang sama seperti yang aku lakukan pada Sophia yaitu dengan memberikan minyak kemiri agar pertumbuhan rambutnya bagus. Ternyata, cibiran orang-orang yang aku dengar beberapa tahun lalu hanyalah mitos belaka! Saat ini, Saladin telah memasuki usia 7 bulan, dan lagi-lagi pertumbuhan rambutnya bahkan tidak lebih baik dari kakaknya. Jadi benar, pertumbuhan rambut memang nggak ada korelasinya dengan cukur-mencukur.

Akhirnya, sekarang aku bisa dengan mudah menjawab cibiran orang-orang yang meyakini hal tersebut, “Ah, mitos!” Tebal atau tipis, sehat atau nggak, pertumbuhan rambut anak adalah murni karena faktor genetik dan faktor eksternal lainnya. Sehingga, tenanglah wahai para orang tua. Nggak perlu terlalu khawatir saat rambut anak belum tumbuh — it’s about the time ko! Dan satu lagi, nggak perlu percaya sepenuhnya dengan pendapat orang. It’s the best to hear it yourself from the expert!

~ Salsabila Maharani Boekoesoe

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.