Berkarya di Rumah: Make-Up Course

Life is a never ending learning. Setelah berkarya di rumah dengan baking, sambil mencari tau kebutuhan akan kelas apa yang aku perluin, aku memutuskan untuk mengambil make-up course. Kenapa? Meski nggak kugunakan sehari-hari, make-up sangat penting saat menghadiri berbagai acara penting — belum lagi, jadwal make-up artist juga kian hari makin padat. Beberapa kali sempet nggak nemu MUA yang pas.

Untuk book MUA, biasanya aku merogoh kocek sekitar 400,000 hingga 600,000 rupiah. Mungkin memang tak seberapa, tapi bisa dibayangin kan kalau aku harus hadir di beberapa acara penting hingga 4x sebulan? Lumayan juga. :p

Akhirnya, aku memilih untuk belajar make-up. Paling nggak, ada ilmu yang bisa aku serap. Walaup nggak handal, kini aku lebih berani memainkan kuas pada wajahku.

Aku memilih Ade Anggraeni sebagai guru make-up pertamaku. Satu sesi pertemuan dikenakan biaya 500,000 rupiah — such an affordable price kan, apalagi mengingat panjangnya waktu durasi kita belajar. Kemarin, aku menghabiskan waktu hingga 3 jam.

Awalnya Ade mengajarkanku untuk memilih based terbaik sesuai kebutuhan kulitku (tipe kulitku: normal cenderung kering). Ade juga memberikan aku panduan untuk memilih moisturiser yang cocok dengan kulitku. Menurutnya, based yang baik akan menjadi pondasi yang kokoh untuk make-up kita selanjutnya.

Setelah bagian based selesai, Ade juga memberi panduan tentang bagaimana memilih warna foundation yang cocok dengan kulit. Nah, bagian ini bisa aku skip sebenernya. Karena aku bisa mencari foundation yang sesuai dengan kebutuhanku, kita bisa meminta bantuan kepada make-up counselor yang ada di toko make-up.

Ade memaparkan alasannya penting untuk kita mencari foundie yang sesuai dengan warna kulit kita. Jangan lebih terang atau lebih gelap, harus yang pas dengan warna kulit kita. Jika kita ingin menyamarkan sesuatu pada wajah, gunakan concealer dalam menyamarkan.

Tak hanya itu, Ade juga mengajarkan cara penggunaan contour. Ini adalah pelajaran yang paling sulit bagiku, karena menurutku apabila kita salah menggunakan contour, berakibat make-up menjadi gelap. Penggunaan make-up mata juga dirasa penting untukku. Aku harus belajar cara menggunakan pensil alis dan juga eye-shadow yang tepat. Aku belajar menggunakan warna coklat gelap karena biasanya hanya warna ini yang aku gunain sehari-hari.

Setelah belajar, kali ini akhirnya aku tau mengapa harga make-up artist bisa sangat mahal. Selain teknik yang nggak mudah, produk yang mereka gunainpun juga bukan produk sembarangan. Mereka amat sangat menjaga kepercayaan konsumennya dan memberi garansi bahwa produk yang mereka gunakan bukan produk abal-abal.

Bagiku pengalaman belajar kali ini luar biasa! Jujur, aku jarang melakukan pembelajaran dengan teknik langsung praktek seperti ini. Aku jadi nggak bosan dan semangat untuk belajar dan siap untuk course-course selanjutnya. Ada ide belajar apa lagi? πŸ™‚

~ Salsabila Maharani Boekoesoe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.