Mengatur Screen Time pada Anak

Aku cukup sering dihujani pertanyaan tentang bagaimana caraku mengajarkan Sophia tentang penggunaan gadget (screen time). Beberapa teman berasumsi bahwa aku nggak pernah memberinya gadget sama sekali karena memperhatikan cara bicara Sophia yang cukup ceriwis. Jawabannya, tentu tidak! :p

Sebagai Ibu yang sempat nggak punya ART cukup lama (khususnya saat mengasuh Sophia dulu), no-gadget adalah hal yang mustahil bisa terjadi. Gadget justru membantuku saat aku benar-benar nggak bisa diganggu karena pekerjaan rumah tangga seperti laundry, cuci piring dan membersihkan rumah. Bedanya, aku nggak serta merta memberi Sophia gadget. Biasanya, aku hanya memainkan lagu anak-anak di YouTube melalui Smart TV.

Kesulitanku bertambah saat harus handle Sophia yang sangat picky eater. Untuk membantunya makan, akhirnya aku memberinya gadget. Meski tentu ini bukan metode yang tepat, tapi cara ini membantu menghilangkan headache-ku sebagai Ibu. Proses ini aku terapkan hingga Sophia berusia 2 tahun.

Sembari berjalannya waktu, pola bermain gadget-pun aku ubah. Aku nggak menjadikan gadget sebagai “distraction” saat makan, tapi menjadikan gadget sebagai “reward”. Aku hanya mengizinkan Sophia bermain gadget jika ia sudah menghabiskan makanannya tanpa sisa. And yes, it helps! Sophia selalu menghabiskan makanannya demi mendapatkan reward-nya.

Waktu gadget yang aku berikan kepada anak-anak bisa dibilang cukup banyak. Untuk Saladin (1 tahun), gadget digunakan masing-masing 30 menit saat makan siang dan makan malam per harinya. Untuk Sophia (3 tahun), ia bebas bermain gadget selama 60 menit setelah makan siang dan makan malam per harinya.

Walau kadang nggak dibenarkan untuk kita memberikan gadget terlalu sering kepada anak — harus diakui bahwa gadget ini membantu banyak aku dan suami. Gadget bisa multifungsi kok, dan selama semua masih dalam batasannya, kami nggak terlalu khawatir akan efek sampingnya.

Mengatur komposisi waktu bermain anak dengan gadget atau tidak juga sangatlah penting. Hal ini mengajarkan hak dan tanggung jawab yang kita berikan kepada anak. Meski ada kalanya sulit memisahkan mereka dari gadget tapi kontrol utama orang tua adalah yang terpenting.

Know yourself. Sebagai orang tua, kita pasti tau kapan waktu yang tepat untuk mengakhirinya. You just use your basic instinct.

~ Salsabila Maharani Boekoesoe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.