Berhasil Melewati Sindrom Baby Blues Bersama Suami

Berhasil Melewati Sindrom Baby Blues Bersama Suami

Satu bulan pasca melahirkan anak kedua -- hari ini akhirnya aku bisa berkata, "Alhamdulillah, badai telah berlalu." Baby blues (fase awal Postpartum Depression) perlahan telah meninggalkanku. Hari-hari cemasku, detak debar jantungku, serta letupan emosi dan tangisanku semoga jangan pernah kembali. Ini adalah sepenggal kisah yang aku harap tak akan terulang lagi...

Advertisements

Kelas Privat Hypnobirthing Bersama “Rumah Puspa” oleh Bidan Yuliana Febrianti

Kelas Privat Hypnobirthing Bersama “Rumah Puspa” oleh Bidan Yuliana Febrianti

Pada blog post proses melahirkanku kemarin (baca di sini), aku menulis bahwa aku sempat mengambil kelas privat hypnobirthing. Since then, beberapa teman secara spesifik rikues untuk aku menceritakannya. Here it comes! Ini bukan endorsed review tentang Rumah Puspa dan Bidan Yuliana Febrianti ya, sehingga semua yang ditulis adalah honest review tentang mereka.

Menyambut Anak Ke-2 Setelah Melalui 36 Jam Induksi

Menyambut Anak Ke-2 Setelah Melalui 36 Jam Induksi

Sebulan nggak nulis blog, aku akhirnya membuka laptop dan berbagi cerita tentang proses lahiran normal anakku melalui induksi selama 36 jam. Ya -- nggak sedang bercanda -- 36 jam! Tulisan ini dibuat agar kami dapat mengingat kembali hari-hari terindah dan terbesar dalam hidup kami sebagai orang tua. Bonusnya: kelak jika Saladin-Remaja bandel, aku minta dia baca tulisan ini agar ia tau perjuangan panjangku melahirkannya.

Ringkasan Buku: “10 Langkah Menjadi Financial Planner untuk Diri Sendiri (Khusus Ibu Rumah Tangga)”

Ringkasan Buku: “10 Langkah Menjadi Financial Planner untuk Diri Sendiri (Khusus Ibu Rumah Tangga)”

Sejak beli dan dipost di IG Stories beberapa hari lalu, aku menerima DM dari teman-teman, menanyakan apa saja hal-hal yang dijelaskan di dalam buku "10 Langkah Menjadi Financial Planner untuk Diri Sendiri (Khusus Ibu Rumah Tangga)". Karena kebetulan baru selesai baca juga, jadi aku baru sempat share sekarang. Semoga ringkasan isi bukunya berikut bermanfaat ya!

Financial Planning #1: Perlahan Memperbaiki Cashflow Keuangan Keluarga

Financial Planning #1: Perlahan Memperbaiki Cashflow Keuangan Keluarga

Bulan lalu kami resmi hidup mandiri (lagi) di rumah baru. Terlena karena banyak ini-itu yang selama ini (tanpa kita sadari) ditanggung oleh orang tua, kami baru sadar betapa besarnya pengeluaran yang harus dirogoh. Baru tengah bulan, kamipun defisit secara finansial. Jujur, belum pernah sebokek ini di tanggal belasan. Kami duduk bareng dan diskusi. Hingga akhirnya, kami menemukan beberapa kesalahan yang harusnya bisa dihindari.