Bayiku Jarang BAB. Normalkah?

Bayiku Jarang BAB. Normalkah?

Menjadi Ibu selalu mengantar kita pada berbagai pengalaman baru. Kali ini, anak keduaku Saladin (bontot) jarang sekali BAB (alias poop). Normalkah?

Advertisements

In the Life (Dilemma) of a “Mother of Two”

In the Life (Dilemma) of a “Mother of Two”

Setelah keluar dari baby blues, ternyata menjadi Ibu dengan 2 anak memang tak pernah sederhana. Berdamai dengan diri sendiri tak berarti telah berdamai dengan hal lainnya (dalam hal ini adalah sang Kakak). Kini sang Kakak jadi sering merengek, merajuk, menangis, mengeluh karena jarang bermain-main lagi denganku, dan lain-lain. Well, welcome to another dilemma..

Berhasil Melewati Sindrom Baby Blues Bersama Suami

Berhasil Melewati Sindrom Baby Blues Bersama Suami

Satu bulan pasca melahirkan anak kedua -- hari ini akhirnya aku bisa berkata, "Alhamdulillah, badai telah berlalu." Baby blues (fase awal Postpartum Depression) perlahan telah meninggalkanku. Hari-hari cemasku, detak debar jantungku, serta letupan emosi dan tangisanku semoga jangan pernah kembali. Ini adalah sepenggal kisah yang aku harap tak akan terulang lagi...

Keputusanku Untuk Tak Menyekolahkan Anak Terlalu Dini

Keputusanku Untuk Tak Menyekolahkan Anak Terlalu Dini

Awalnya, sebagai Ibu "milenial", aku sangat tertarik untuk mengobservasi dan mengeksplorasi tumbuh kembang anak yang disekolahkan dini oleh orang tuanya. Jujur aku penasaran atas dampaknya. Katanya, bersekolah dapat meningkatkan kemampuan akademik dan sosialisasi anak dengan lingkungannya. Tapi setelah mendalaminya, apa sebenarnya manfaat menyekolahkan anak di usia dini? Tepatkah? Haruskah? Lalu kapan usia yang tepat untuk menyekolahkan anak?

Berhenti Meng(ASI)hi Tak Berarti Berhenti Menyayangi

Berhenti Meng(ASI)hi Tak Berarti Berhenti Menyayangi

Mei 2018 lalu, anakku Sophia genap berusia 20 bulan. Bulan ini juga, akupun diberi amanah untuk hamil lagi. Banyak yang bilang, hormon saat hamil dan hormon saat menyusui sifatnya bertolak belakang, sehingga hamil dan menyusui idealnya nggak terjadi secara bersamaan. Ini adalah kisah pengalamanku saat menyapih Sophia beberapa bulan lalu. Singkat, nggak mudah, tapi indah.

Siap Menggendut (Lagi) — I’m Expecting Baby Number 2!

Siap Menggendut (Lagi) — I’m Expecting Baby Number 2!

Ketika baru saja aku pamer ke suamiku bahwa berat badanku (akhirnya) kembali normal seperti awal menikah, ternyata aku resmi hamil lagi. Tentunya, kabar ini kami terima dengan  dengan senang hati — meskipun antara panik dan nggak sih. Apakah ini adalah waktu yang tepat? Akankah Sophia akan mendapatkan perhatian yang cukup? Atau, kapan aku akan bisa tidur nyenyak lagi?