Menjadi Ibu di Momen Karantina

Menjadi Ibu di Momen Karantina

Bagi kami sekeluarga, berdiam di rumah adalah hal yang sulit dilakukan. Maklum, kami adalah cerminan raga ibukota. Mall dan padatnya jalanan adalah hiburan. Kalau boleh jujur, hampir setiap malam kami selalu keluar rumah. Entah untuk mencari dessert, kopi, atau sekedar cuci mata di Ace Hardware atau toko mainan. Sekarang, semuanya telah berubah. Momen karantina telah banyak mengajarkanku hal baru sebagai seorang Ibu. Aku merasa telah menjadi Ibu Rumah Tangga seutuhnya. Bahkan, nggak jarang aku merasa lebih sibuk daripada suamiku yang sedang menjalani Work From Home (Yes, it's true)!

Berapa Harga TK Terbaik Tebet 2019-2020?

Berapa Harga TK Terbaik Tebet 2019-2020?

School for toddler is such an interesting topic, khususnya bagi ibu millennial. Kebetulan, aku dan suami adalah tim-anti-nyekolahin-anak-kecepetan. Meski anak pertamaku Sophia sudah amat nggak sabar untuk bersekolah, aku tetap membiarkannya untuk menghabiskan waktu bermain-main di rumah. Namun, tahun depan akhirnya ia sudah genap berusia 4 tahun, sehingga sudah siap untuk memasuki sekolah pertamanya. Lalu, mana sekolah terbaik di Tebet?

Berkenalan dengan Kolik, yang Bikin Anakku Menangis Histeris Setiap Malam

Berkenalan dengan Kolik, yang Bikin Anakku Menangis Histeris Setiap Malam

Apakah kolik itu? Tanpa tau apa-apa, aku sukses dibikin panik dengan tingkah pola aneh anak keduaku. Tiba-tiba aja ia menolak keras penggunaan botol susu. Lebih buruknya lagi, ia menolak direct breastfeeding juga di malam hari.mBahkan pernah, ia menolak ASI satu hari penuh sambil terus menangis dan hanya mau tidur jika ditimang.

In the Life (Dilemma) of a “Mother of Two”

In the Life (Dilemma) of a “Mother of Two”

Setelah keluar dari baby blues, ternyata menjadi Ibu dengan 2 anak memang tak pernah sederhana. Berdamai dengan diri sendiri tak berarti telah berdamai dengan hal lainnya (dalam hal ini adalah sang Kakak). Kini sang Kakak jadi sering merengek, merajuk, menangis, mengeluh karena jarang bermain-main lagi denganku, dan lain-lain. Well, welcome to another dilemma..