Birthday Trip ke Bali bersama Infant & Toddler

Birthday Trip ke Bali bersama Infant & Toddler

Nothing is better than spending birthday holiday in the city we love the most! Tahun ini, sama seperti tahun-tahun sebelumnya, aku merayakan ulang tahunku yang ke-29 di Bali. Sedikit berbeda, karena kami nggak lagi ke Bali bertiga tapi berempat. Nah, aku ingin rangkum sekilas aktivitas dan tempat tinggal kami selama di Bali. Selain untuk dokumentasi pribadi, siapa tau bermanfaat juga buat ngasih ide liburan ke Bali teman-teman yang membaca ya.

Advertisements

Berkenalan dengan Kolik, yang Bikin Anakku Menangis Histeris Setiap Malam

Berkenalan dengan Kolik, yang Bikin Anakku Menangis Histeris Setiap Malam

Apakah kolik itu? Tanpa tau apa-apa, aku sukses dibikin panik dengan tingkah pola aneh anak keduaku. Tiba-tiba aja ia menolak keras penggunaan botol susu. Lebih buruknya lagi, ia menolak direct breastfeeding juga di malam hari.mBahkan pernah, ia menolak ASI satu hari penuh sambil terus menangis dan hanya mau tidur jika ditimang.

In the Life (Dilemma) of a “Mother of Two”

In the Life (Dilemma) of a “Mother of Two”

Setelah keluar dari baby blues, ternyata menjadi Ibu dengan 2 anak memang tak pernah sederhana. Berdamai dengan diri sendiri tak berarti telah berdamai dengan hal lainnya (dalam hal ini adalah sang Kakak). Kini sang Kakak jadi sering merengek, merajuk, menangis, mengeluh karena jarang bermain-main lagi denganku, dan lain-lain. Well, welcome to another dilemma..

Berhasil Melewati Sindrom Baby Blues Bersama Suami

Berhasil Melewati Sindrom Baby Blues Bersama Suami

Satu bulan pasca melahirkan anak kedua -- hari ini akhirnya aku bisa berkata, "Alhamdulillah, badai telah berlalu." Baby blues (fase awal Postpartum Depression) perlahan telah meninggalkanku. Hari-hari cemasku, detak debar jantungku, serta letupan emosi dan tangisanku semoga jangan pernah kembali. Ini adalah sepenggal kisah yang aku harap tak akan terulang lagi...

Menyambut Anak Ke-2 Setelah Melalui 36 Jam Induksi

Menyambut Anak Ke-2 Setelah Melalui 36 Jam Induksi

Sebulan nggak nulis blog, aku akhirnya membuka laptop dan berbagi cerita tentang proses lahiran normal anakku melalui induksi selama 36 jam. Ya -- nggak sedang bercanda -- 36 jam! Tulisan ini dibuat agar kami dapat mengingat kembali hari-hari terindah dan terbesar dalam hidup kami sebagai orang tua. Bonusnya: kelak jika Saladin-Remaja bandel, aku minta dia baca tulisan ini agar ia tau perjuangan panjangku melahirkannya.