In the Life (Dilemma) of a “Mother of Two”

In the Life (Dilemma) of a “Mother of Two”

Setelah keluar dari baby blues, ternyata menjadi Ibu dengan 2 anak memang tak pernah sederhana. Berdamai dengan diri sendiri tak berarti telah berdamai dengan hal lainnya (dalam hal ini adalah sang Kakak). Kini sang Kakak jadi sering merengek, merajuk, menangis, mengeluh karena jarang bermain-main lagi denganku, dan lain-lain. Well, welcome to another dilemma..

Advertisements

Berhasil Melewati Sindrom Baby Blues Bersama Suami

Berhasil Melewati Sindrom Baby Blues Bersama Suami

Satu bulan pasca melahirkan anak kedua -- hari ini akhirnya aku bisa berkata, "Alhamdulillah, badai telah berlalu." Baby blues (fase awal Postpartum Depression) perlahan telah meninggalkanku. Hari-hari cemasku, detak debar jantungku, serta letupan emosi dan tangisanku semoga jangan pernah kembali. Ini adalah sepenggal kisah yang aku harap tak akan terulang lagi...

Menyambut Anak Ke-2 Setelah Melalui 36 Jam Induksi

Menyambut Anak Ke-2 Setelah Melalui 36 Jam Induksi

Sebulan nggak nulis blog, aku akhirnya membuka laptop dan berbagi cerita tentang proses lahiran normal anakku melalui induksi selama 36 jam. Ya -- nggak sedang bercanda -- 36 jam! Tulisan ini dibuat agar kami dapat mengingat kembali hari-hari terindah dan terbesar dalam hidup kami sebagai orang tua. Bonusnya: kelak jika Saladin-Remaja bandel, aku minta dia baca tulisan ini agar ia tau perjuangan panjangku melahirkannya.

Financial Planning #1: Perlahan Memperbaiki Cashflow Keuangan Keluarga

Financial Planning #1: Perlahan Memperbaiki Cashflow Keuangan Keluarga

Bulan lalu kami resmi hidup mandiri (lagi) di rumah baru. Terlena karena banyak ini-itu yang selama ini (tanpa kita sadari) ditanggung oleh orang tua, kami baru sadar betapa besarnya pengeluaran yang harus dirogoh. Baru tengah bulan, kamipun defisit secara finansial. Jujur, belum pernah sebokek ini di tanggal belasan. Kami duduk bareng dan diskusi. Hingga akhirnya, kami menemukan beberapa kesalahan yang harusnya bisa dihindari.