Terima kasih, Dokter Arief!

Terima kasih, Dokter Arief!

Welcome, March! Setelah 1 bulan absen menulis, kali ini aku akan secara spesifik menceritakan tentang salah satu orang yang paling berjasa dalam kelahiran anak kedua kami, Dr. Arief Gazali, SpOG, yang membuat aku dan suami begitu terkesan sejak pertama kali bertemu.

Advertisements

Kelas Privat Hypnobirthing Bersama “Rumah Puspa” oleh Bidan Yuliana Febrianti

Kelas Privat Hypnobirthing Bersama “Rumah Puspa” oleh Bidan Yuliana Febrianti

Pada blog post proses melahirkanku kemarin (baca di sini), aku menulis bahwa aku sempat mengambil kelas privat hypnobirthing. Since then, beberapa teman secara spesifik rikues untuk aku menceritakannya. Here it comes! Ini bukan endorsed review tentang Rumah Puspa dan Bidan Yuliana Febrianti ya, sehingga semua yang ditulis adalah honest review tentang mereka.

Ringkasan Buku: “10 Langkah Menjadi Financial Planner untuk Diri Sendiri (Khusus Ibu Rumah Tangga)”

Ringkasan Buku: “10 Langkah Menjadi Financial Planner untuk Diri Sendiri (Khusus Ibu Rumah Tangga)”

Sejak beli dan dipost di IG Stories beberapa hari lalu, aku menerima DM dari teman-teman, menanyakan apa saja hal-hal yang dijelaskan di dalam buku "10 Langkah Menjadi Financial Planner untuk Diri Sendiri (Khusus Ibu Rumah Tangga)". Karena kebetulan baru selesai baca juga, jadi aku baru sempat share sekarang. Semoga ringkasan isi bukunya berikut bermanfaat ya!

Memilih Dokter Spesialis Kehamilan untuk Anak Kedua

Memilih Dokter Spesialis Kehamilan untuk Anak Kedua

Pada kehamilan keduaku kali ini, aku mencoba untuk berburu dan mengeksplor Dokter-Dokter Obgyn & Rumah Sakit yang berbeda. Setelah sebelumnya aku berbagi cerita tentang beberapa Dokter dan RSIA hits di Jakarta, pencarian kamipun akhirnya berakhir di Rumah Sakit Umum yang nggak jauh dari tempat tinggalku, yaitu Rumah Sakit MMC bersama Dr. Arief Gazali, SpOG.

Phrasa: Kolaborasi Ide 2 Ibu Rumah Tangga dalam Sebuah Pakaian

Phrasa: Kolaborasi Ide 2 Ibu Rumah Tangga dalam Sebuah Pakaian

Dengan pengetahuan fashion yang aku miliki, meskipun nggak tinggi, bersama dengan Adella (teman dekatku), akupun nggak ragu (alias nekat) untuk memulai usaha ini. Kami nggak punya selera berpakaian yang sama, tapi justru dengan latar belakang perbedaan itulah, kami menggabungkan dua hal yang kami minati, meleburkannya, lalu diluncurkan ke market. Inilah kisah tentang Phrasa.